Minggu, 04 Desember 2011
segera
Rabu, 10 Agustus 2011
Artikel PTK " Peningkatan hasil Belajar Think Pair And Share
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGAJAR FISIKA MELALUI
METODE THINK PAIR AND SHARE DI KELAS 8 B SEMESTER 2 DI SMP NEGERI 2 PEMALANG
Khamim
SMPN 2 Pemalang
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini, menerapkan proses penguasaan materi dengan metode pembelajaran diskusi berpasangan yang hasilnya dipresentasikan. Proses penelitian dilaksanakan 2 siklus. Setiap siklus melalui tahapan perencanaan, observasi, wawancara, kuisioner, dokumentasi, dan tes. Dengan metode penelitian tindakan kelas ini telah diperoleh hasil data penilaian sebagai berikut, pada perlakuan sebelum dilakukan penelitian yaitu pra siklus diperoleh data adalah nilai rata – rata afektif 46,88 %, rata – rata psikomotorik 34,38 %, rata – rata kognitif 68,75 %, hasil pada tindakan kelas siklus I adalah nilai rata – rata afektif 62,50%, rata – rata psikomotorik 56,25 %, rata- rata kognitif 71,88 % dan yang terakhir hasil perlakuan tindakan kelas pada siklus II sebagai berikut, nilai rata – rata afektif 84,38%, rata – rata psikomotorik 68,75 % serta rata – rata kognitif 93,75 %. Secara keseluruhan penelitian tindakan kelas ini mengalami peningkatan hasil belajar dengan kenaikan rata – rata setiap siklus adalah 16,15 %. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa penelitian tindakan kelas melalui metode diskusi berpasangan yang dipresentasikan dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa SMP N 2 Pemalang.
Kata kunci : Think Phare And Share, hasil belajar mengajar Fisika.
PENDAHULUAN
Ada tiga hal pokok yang perlu diperhatikan dalam perencanaan kegiatan pembelajaran, yakni tentang (1) materi yang akan diajarkan, (2) bagaiaman cara mengajarkan, dan (3) bagaiaman cara mengetahui bahwa proses pembelajaran dapat berlangsung dan sejauh mana siswa berhasil menguasainya.
Strategi Contekstual Teaching and Learning (CTL) yang mengalami hasil belajar yang lebih baik. Pembelajaran dengan strategi Contekstual Teaching and Learning(CTL) banyak memberi warna dalam suasana proses adalah saling membutuhkan antara narasumber sebagai motivator yaitu guru dengan pelaku ingin tahu atau mengetahui yaitu siswa. Teknik pembelajaran metode kolaborasi antar narasumber yaitu guru sebagai motivator, mediator dan moderator dengan pihak siswa yang dikondisikan secara berpasangan, masing – masing pasangan mempresentasikan hasil kerja diskusi yang diberikan oleh guru. Metode ini disebut Metode Think Pair And Share.
Proses pembelajaran fisika, guru sebagai motivator tentu harus cermat mendesain skenario agar mudah diterima siswa, suasana belajar dijaga supaya menjamin mudah terserap oleh peserta didik. Berdasarkan uraian latar belakang masalah dalam penelitian ini, peneliti mengambil permasalahan yaitu ” Apakah mengajar dengan metode think pair and share dapat meningkatkan penguasaan konsep fisika sehingga hasil belajar meningkat pula?”.
Bentuk tindakan pembelajaran yang dapat merubah perilaku siswa yang pasip menjadi aktip adalah membawa siswa ke suasana diskusi informasi pokok materi dan presenatsi merupakan tindakan yang dapat memberikan jawaban untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Materi Pelajaran Fisik Kelas 8 B Semester 2 di SMP Negeri 2 Pemalang.
Sebagai indikator keberhasilan adalah seberapa besar hasil peningkatan afektif, psikomotorik dani rata – rata hasil posttest pada akhir kegiatan belajar melalui pendekatan dunia nyata. Indikator – indikator ini akan berupa perilaku dengan tingkat aktifitas positif, jumlah pertanyaan yang muncul, kemampuan berkolaborasi sesama teman satu kelompok atau dengan objek dari indikator – indikator ini dapat digunakan sebagai pedoman atau tolok ukur adanya peningkatan hasil belajar.
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi bagaimana memecahkan permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran untuk menunjukkan dan memaparkan metode pembelajaran melalui metode ”Think Pair and Share” .
1. Penelitian ini akan memberikan motivasi untuk melakukan refleksi bagi
guru pengampu mata pelajaran fisika.
2. Dapat memberikan sumbangsih untuk melakukan penelitian disetiap
permasalahan pada pelajaran fisika.
Dari uraian di atas belajar merupakan suatu rangkaian proses yang didalammya terdapat beberapa faktor yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan proses tersebut. Kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan siswa, merupakan suatu keahlian yang perlu dimiliki guru, kemampuan bergaul dalam mengajak berinteraksi sebagai mediasi dan moderator merupakan suatu kepiawian membimbing sehingga siswa akan tertarik untuk mempelajari materi yang diampu tanpa merasa terpaksa.
Media pembelajaran dengan komunikasi diskusi informasi sesama teman yang kemudian dipresentasikan sebagai unjuk hasil kerja memiliki peranan penting. Peran penting guru sebagai motor menstimulus sekaligus sebagai moderator saat siswa mempresentasikan hasil diskusi siswa dalam belajar bekolaborasi bersama siswa turut menentukan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya membuahkan meningkatnya hasil belajar.
Apakah pembelajaran fisika dengan presentasi hasil diskusi melalui metode ”Think Pair and Share” dapat meningkatkan hasil belajar untuk pelajaran fisika materi getaran di kelas 8 B semester 2 .
METODE PENELITIAN
Penelitian yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Mengajar Fisika Melalui Metode Think Pair and Share Di Kelas 8 B Semester 2 Di SMP Negeri 2 Pemalang” adalah pendekatan penelitian tindakan kelas.
Penelitian ini dilaksanakan di kelas 8 B semester 2 SMP Negeri 2 Pemalang Kabupaten Pemalang Propinsi Jawa Tengah dengan kapasitas jumlah 32 siswa yakni terdiri dari 14 siswa laki – laki dan 18 siswa perempuan. yaitu dengan cara sebagai berikut :
Saat penelitian mulai dilaksanakan, peneliti melakukan diskusi dengan kolaborator mengenai hal – hal yang terjadi berkaitan dengan proses belajar mengajar di kelas 8 . Kemudian pihak sebagai kolaborator akan menjalankan peninjauan ke kelas mengamati situasi yang berhubungan dengan proses kegiatan belajar mengajar. Pencatatan hal – hal yang relevan, mendukung dan perlu sebagai data dalam lembar observasi, diantaranya adalah : 1) Respon siswa, 2) Perubahan sikap mendukung dan kemauan yang terjadi selama berlangsungnya proses belajar, 3) Ketrmpilan guru dalam penggunaan media dan, 4) kesesuaiaan antara perencanaan dan tindakan.
Peneliti melakukan wawancara dengan siswa menanyakan tentang tanggapannya terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung dan dapat mewakili kebenaran apa yang sebenarnya tengah terjadi pada siswa. Data kuisioner diperlukan untuk memberikan dukungan bahwa siswa telah melakukan persiapan untuk pembelajaran. Data dokumentasi memberikan data pendukung keadaan siswa pada proses pembelajaran sebelum dilaksanakan tindakan penelitian. Dari hasil tes yang dilaksanakan setelah berakhirnya kegiatan belajar mengajar satu materi pokok bahasan. Pelaksanaan penelitian tindakan dalam siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi yang digambarkan dalam diagram alur siklus.
Ini bagian awal akan dimulainya pelaksanaan penelitian tindakan
kelas, yaitu :
1) Menyiapkan perangkat administrasi pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) getaran.
2) Membuat lembar observasi yaitu penilaian afektif dan psikomotorik untuk mengetahui adanya perubahan tingkat aktifitas proses belajar mengajar siswa.
3) Menyediakan kuisioner berupa pretest untuk mengetahui seberapa jauh persiapan pengetahuan siswa.
4) Mengajak siswa ke lingkungan luar sekolah untuk melakukan pembelajaran.
5) Menyusun alat penilaian secara kognitif sebagai evaluasi berupa soal - soal posttest.
![]()
![]()
![]()
![]()
Perencanaan
Pelaksanaan dan observasi
![]()
Pretest
Proses Belajar
![]()
Postest
![]()
![]()
Analisa Keberhasilan

Belum tercapai Tercapai
![]()
![]()
Refleksi Pemantapan
Gambar 1 : Diagram Siklus Prosedur Penelitian
Pelaksanaan tindakan yang dilakukan adalah pembelajaran presentasi dari hasil diskusi kelompok teman sebangku. Guru melakukan tindakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Pada tahap awal peneliti melibatkan kolaborator untuk berperan mengamati pelaksanaan tindakan dan mengambil beberapa data yang merupakan indikasi sebagai keefektifan proses belajar dengan instrumen observasi yang sudah disiapkan.
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan proses yang berlangsung bersama siswa berkolaborasi dalam kegiatan belajar di lingkungan sekolah.
Data hasil penelitian tindakan pada setiap siklus dianalisis dengan menggunakan teknik tabulasi data secara kuantitatif. Hasil tindakan setiap siklus dibandingkan dengan rata – rata hasil penilaian untuk mengetahui prosentase peningkatan hasil belajar dengan metode ”Think Pair and Share. Pada setiap siklus dideskripkan penilaian rata – rata afektif, psikomotorik dan kognitif. Pengolahan data dilalukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan dari tiga indikator. Data awal dari hasil indikator – indikator sebelum pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), data ini dibandingkan dengan hasil data siklus I, dan data siklus II.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Dari rangkaian pelaksanaan penelitian tindakan kelas diperoleh data – data hasil pembelajaran dari pelaksanaan tindakan sebelum penelitian tindakan kelas atau pra siklus hingga hasil pelaksanaan penelitian tindakan kelas siklus II.
Hasil penelitian disajikan dalam tabel dengan membandingkan antara hasil setiap siklus, yaitu kenaikan siklus I dari hasil pra siklus dan hasil kenaikan dari siklus I ke hasil siklus II, kemudian kedua hasil kenaikan didapatkan rata – rata dalam prosen, maka akan diperoleh hasil rata – rata kenaikan secara keseluruhan dari pra siklus hingga siklus II, dalam hal ini penelitian tindakan kelas dilakukan sampai pada siklus II melalui perolehan dari 3 indikator, yaitu afektif, sikomotorik dan kognitif. Setiap indikator akan menghasilkan hasil akhir penilaian yaitu nilai rata – rata , selanjutnya nilai rata – rata 3 indikator dijadikan nilai akhir pada setiap tindakan yaitu nilai prosen rata – rata pra siklus, siklus I dan siklus II .
Tabel. 1 Data penelitian kelas 8 B.
| Data awal/pra siklus | Siklus I | Siklus II | ||||||
| A¯ | P¯ | K¯ | A¯ | P¯ | K¯ | A¯ | P¯ | K¯ |
| 46,88%
| 34,38%
| 68,75%
| 62,50%
| 56,25%
| 71,88%
| 84,38%
| 68,75%
| 93,75%
|
|
50,00 %
|
63.54 %
|
82,29 %
| ||||||
Rata – rata peningkatan tiap siklus berdasar KKM (75) = 16,15 %
Keterangan :
A¯ = Skor nilai afektif rata – rata kelas
P¯ = Skor nilai psikomotorik rata – rata kelas
K¯ = Skor nilai Kognitif rata – rata kelas
Rincian data perolehan kemajuan pada penelitian pra siklus :
|
Ranah indikator | Hasil Rata-rata | Jumlah Siswa Tuntas | Jumlah Siswa Tidak Tuntas | Pencapaian tuntas KKM (%) |
| Penilaian Afektif Penilaian Psikomotorik Penilaian Kognitif | 74,22 71,44 78,44 | 15 11 22 | 17 21 10 | 46,88% 34,38% 68,75% |
Dengan hasil pencapaian hasil KBM : 50,00 %
Rincian data perolehan kemajuan pada penelitian siklus I :
|
Ranah indikator | Hasil Rata-rata | Jumlah Siswa Tuntas | Jumlah Siswa Tidak Tuntas | Pencapaian tuntas KKM (%) |
| Penilaian Afektif Penilaian Psikomotorik Penilaian Kognitif | 77,13 73,63 85,31 | 20 18 23 | 12 14 9
| 62,50% 56,25% 71,88% |
Dengan hasil pencapaian hasil KBM : 63,54 %
Rincian data perolehan kemajuan pada penelitian siklus II :
|
Ranah indikator | Hasil Rata-rata | Jumlah Siswa Tuntas | Jumlah Siswa Tidak Tuntas | Pencapaian tuntas KKM (%) |
| Penilaian Afektif Penilaian Psikomotorik Penilaian Kognitif | 82,50 79,75 89,53 | 27 22 30
| 5 10 2 | 84,38 % 68,75 % 93,75 %
|
Dengan hasil pencapaian hasil KBM : 82,29 %
Dari data hasil penelitian baik pra siklus, siuklus I maupun siklus II
kemudian dianalisa diperoleh hasil akhir sebagai berikut :
|
Siklus No |
Pencapaian hasil KBM |
Peningkatan setiap siklus |
Rata – rata peningkatan KBM
|
| Pra I II | 50,00 % 63,54 % 82,29 % | 13,54 % 28,75 % | 16,15 % |
Untuk lebih jelasnya melalui grafik sebagai berikut :
Gambar 2 : pencapaian peningkatan rata – rata hasil KBM setiap siklus
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Metode Think Pair and Share dalam pembelajaran fisika materi getaran dan
gelombang di kelas 8 B semester 2 tahun ajaran 2010/2011 di SMP Negeri 2
Pemalang dapat memberikan peningkatan hasil belajar rata - rata 16, 15 %.
2. Metode Think Pair and Share meningkatkan kerja sama siswa dalam
kelompok kecil untuk memberikan informasi ke kelompok yang lebih besar.
3. Metode Think Pair and Share meningkatkan kreatifitas siswa dalam
mengkomunikasikan suatu persoalan ke kelompok yang lebih besar untuk
memecahkan suatu masalah (problem solving).
4. Metode Think Pair and Share dapat memberikan rasa toleransi dan
pengalaman berdemokrasi bagi siswa.
Saran
1. Guru hendaknya peduli memperhatikan pasangan siswa dalam satu
kelompoknya dan berani mengganti pasangan untuk pemerataan beban
diskusi serta pemerataan kecepatan menangkap pemahaman materi.
2. Guru hendaknya memberi banyak peluang untuk berbuat mencerdaskan diri
bagi siswa yang nilai kognitifnya kurang.
3. Untuk siswa yang pasip agar diberi perhatian lebih banyak untuk
berkesempatan tampil mempresentasikan.
4. Untuk siswa nomor urut 1 (satu) hendaknya mendapat konseling atau
bimbingan oleh guru bimbingan dan konseling.
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul, 2008, Prencanaan Pembelajaran, Bandung, Rosdakarya.
Mukhtar dan Rusmini, 2008, Pengajar Remidial, Jakarta, Nimas Multina.
Rustaman,Nuryani, 2008, Strategi Belajar Mengajar Biologi, Malang, Universitas Negeri Malang.
Ouda Teda Ena, 2009, Membuat Media Pembelajaran Interaktif, Media Ouda Teda Ena ( April 2009 ).
Sudrajat, Akhmad, 2009, Media Pembelajaran,ahmadsudrajat-file/ahmadsudrajat/htm
28 April 2009.
....................., 2004, Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah pertama, Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional.
....................., 2004, Pedoman Khusus Pengembangan SistemPenilaian Berbasis Kompetensi Sekolah pertama, Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional.
Budi Prasojo dkk. 2006. Teori Dan Aplikasi Fisika SMP 2. Bogor. Yudhistira.